Ciri-ciri Roller yang Mulai Aus

Share:
Pada motor bertransmisi otomatis seperti skutik, ada part yang bernama roller.
Part roller ini terletak di bagian CVT (Continuosly Variable Transmission). Lalu apa sebenarnya fungsi roller?.
"Fungsi roller untuk memberikan tekanan keluar pada rumah roller sehingga memberikan perubahan diameter pada v- belt, jadi roda bisa bergerak,"
Singkatnya, roller berfungsi membantu mengatur putaran mesin rendah ke tinggi.
Cara kerjanya, saat terjadi gaya sentrifugal, roller mendorong puli dan puli pun mengembang yang sekaligus bikin belt meregang.
"Bentuk dan berat roller sangat mempengaruhi kinerja rumah roller, bentuknya harus bulat supaya bergerak sempurna,"
"Walaupun di pasaran banyak roller racing yang tidak berbentuk bundar tapi lebih bagus pakai yang bulat kalau buat harian,"

Sedangkan berat roller juga harus pas, tidak terlalu ringan atau berat.
"Kalau pakai roller ringan akselerasi lebih bagus, tapi top speednya kurang, begitu sebaliknya kalau terlalu berat top speed bagus dan akselerasi kurang,"
Seiring pemakaian, part ini juga bisa aus lho, apalagi jika motor sering dipakai dan dijadikan kendaraan aktivitas sehari-hari.
Ada beberapa cara mendeteksi roller yang aus. Salah satu cirinya, motor agak tersendat ketika dipakai riding.
"Bisa dirasakan pada saat motor dibawa jalan terasa nggak stabil tarikannya seperti tersendat atau ndut-ndutan,"
Deteksi roller yang mulai aus juga bisa ditandai dari suara yang keluar dari bagian CVT depan.
"Kadang roller yang mulai aus bunyi suara kretek - kretek pada saat jalan," ujar Pardiman.
Kondisi roller bila sudah mengeluarkan bunyi seperti itu biasanya bentuknya sudah tidak bulat lagi atau peang.
"Nah kalau sudah peang tidak ada solusi lain harus buru-buru diganti agar tidak merembet ke part lain," wantinya.

No comments