Kekurangan dan Kelebihan Motor Yamaha Xabre

Bagi Anda yang sedang berburu motor bergaya naked, mungkin salah satu model yang sedang Anda lirik adalah Yamaha Xabre.

Meski Yamaha menawarkan MT-15, kalau merasa MT-15 terlalu tinggi harganya dan malah melirik Xabre, intip dulu kelebihan dan kekurangannya berikut.

Kelebihan pertama Xabre jelas dari desainnya. Meski sudah cukup lama beredar di Indonesia, desain Xabre yang unik masih terlihat modern. Salah satu faktor, tak banyak kompetitor yang berdesain serupa. Faktor lain, memang desainnya gagah dan agresif untuk motor bermesin kecil. Desain streetfighter seperti Xabre, lebih umum di segmen mesin besar. Apalagi memakai suspensi depan up-side down dengan kelir emas yang sangat menyita perhatian.

Desain Xabre sedikit berbeda dari naked kebanyakan. Setangnya tinggi dan lebar, pelek dan ban juga lebih lebar dari motor di segmennya. Gabungkan dengan tinggi jok 805 mm, yang lebih rendah posisinya dari setang. Posisi berkendara gagah bisa didapatkan. Tapi bukan tanpa kekurangan. Dengan setang lebar itu, menyelip di antara kemacetan mobil lebih sulit.

Posisi berkendara itu juga bisa jadi kekurangan. Khususnya bagi orang dengan tinggi badan di bawah rata-rata, bisa bikin cepat pegal. Kondisi penumpang juga berpengaruh, dengan tinggi jok yang lebih naik ketimbang jok depan. Alhasil, penumpang yang dibonceng, bisa jauh lebih tinggi dari pengendara. Selain itu, jok penumpang juga terbilang kecil, mengurangi kenyamanan.

Yamaha membekali Xabre dengan mesin R15 lawas, mesin LC4V yang belum dilengkapi dengan VVA. Jantung mekanis satu silinder 150 cc SOHC bertenaga 16 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,3 Nm pada 7.500 rpm, yang disalurkan melalui transmisi 6-speed. Meski mesin itu punya tarikan yang cukup, tapi dengan VVA bisa lebih meningkatkan performa. Tenaganya lebih merata di tiap putaran mesin serta klaim konsumsi bahan bakar lebih hemat kalau sudah berteknologi VVA. Fitur assist & slipper clutch juga belum tersedia pada Xabre.

Pengendalian yang ditawarkan jadi kelebihan. Kombinasi rangka, suspensi depan up-side down dan lengan ayun aluminium, memberi pengendalian yang bisa dinikmati, baik ketika berkendara santai maupun melaju lebih kencang. Profil ban lebar turut berkontribusi, ketika motor menikung dengan kecepatan menengah atau lebih, bikin percaya diri untuk mengendalikannya. Xabre tak punya fitur ABS, jadi pengereman mengandalkan rem cakram di tiap rodanya. Performanya termasuk baik.

 Dari segi fitur, Xabre mengandalkan panel meter digital sepenuhnya dan sektor lampu LED. Sedang lampu sein masih bohlam biasa. Bagi sebagian orang, latar layar gelap pada panel meter digital menyulitkan untuk dilihat pada kondisi tertentu. Oh ya, Yamaha tidak membekali Xabre dengan standar tengah.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, harga Yamaha Xabre Rp 30,7 juta. Harga itu sempat dinilai terlalu tinggi saat awal Xabre lahir. Tapi saat ini, harga Yamaha Xabre sedikit lebih tinggi dari Vixion R yang sudah menggunakan mesin baru, tapi masih jauh lebih murah dari MT-15. Tinggal pertimbangkan pilihan sesuai budget dan selera.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel