18.36
0

Yamaha Vega ZR sebagai bebek low end terlihat jarang yang modif, apalagi sektor performa. Namun bukan berarti enggak ada loh, nih contohnya yang dilakukan Genta Adipratama. Bebek 115 cc ini kini jadi liar setelah dia oprek sendiri.

“Ini motor sudah enggak ada yang pakai, daripada dijual murah mendingan didandani dan dioprek,” papar Sarjana Teknik Mesin ITB ini. Karena latar belakang pendidikan dari pria yang biasa disapa Genta ini mendukung, tak heran jika modifikasi dia lakukan sendiri.

Langkah-langkah yang Genta tempuh terbilang tak rumit, bisa jadi inspirasi nih. Karena hasilnya terbilang mantap, tenaga 11,59 dk. Itu ketika diukur di atas dynamometer Dynojet 250i milik Aerospeed di Jl. H. Nawi 74 Jaksel.

Artinya ada kenaikan sekitar 4,59 dk dari standar yang berkisar 7 dk. Bahkan dengan rasio akhir 35/16, top speed mudah tembus 140 km/jam. Standar cuma sekitar 105 km/jam. Wuih Yamaha V-Ixion standar pun diasepi tuh! “Makanya saat turing bareng temen-temen V-Ixion ya gampang aja ninggalin,” papar pegawai Unilever ini.

Jadi diapain aja sih? Yuk dibongkar satu per satu.

Piston Sonic
Enaknya Vega ZR mirip Mio, punya blok yang sangat tebal, karena jarak antar baut blok jauh. Tak heran gampang untuk menjejalkan piston besar. Genta mengandalkan piston dari Honda Sonic oversize 150 (59,5 mm), yang kebetulan pen sama 13 mm. Perut Vega ZR pun buncit jadi 160,9 cc!

“Boring diganti diset agar aman hingga piston 62 mm,” lanjut Genta yang tinggal Perumahan Bali View Cirendeu, Ciputat. Untuk crank case tanpa ubahan, karena lubang sudah besar. Untuk cylinder head cuma ubah squish menyesuaikan piston.
Kem Mio

Untuk mengatur suplai bensin berikut pembuangannya, diatur pakai kem aftermarket. Jangan cari untuk Vega ZR, karena dijamin sulit. “Enggak sengaja saat diukur ternyata identik dengan punya Mio, tinggal pindahkan lahernya deh,” ujar Genta yang memilih kem berlabel Kawahara tipe K1.

Karburator PE 24
Untuk pengabut bensin standarnya dilepas. Kelahiran 1979 ini memilih Keihin 24 sebagai pengganti. Agar terpasang pakai intake manifold Marathon, filternya andalkan Koso. Setingan ketemu pilot jet 38 dan main jet 108.
Knalpot Ahau
Usai urusan dapur pacu, giliran knalpotnya dibikin lebih plong. Urusan ini diserahkan pada Ahau, yang bermarkas di Kelapa Dua, Depok. “Saya pesan khusus dengan spek pakai piston Sonic, makanya lehernya lumayan besar tuh,” tunjuk Genta pada knalpot bertampang hitam legam itu.

CDI BRT
Urusan pengapian cukup andalkan CDI BRT Hyperband, yang harganya terbilang terjangkau namun terbukti mendongkrak performa.

Kampas Kopling TDR
Terakhir yang diubah oleh pria yang hobi bercanda ini bagian kopling. Kampas andalkan TDR, lalu per mataharinya didobel dan ditekuk. Tentu agar lebih mencengkeram dan bebas selip kendati tenaga besar. “Sengaja enggak diubah manual, biar tetap kental bebeknya, hehee…,” tutup Genta sambil terkekeh.

Sumber : mymotobike.com